Safari

Rehat di antara waktu The 6th WCRP (Word Conference on Religion for Peace/WCRP) November 1994. (Photo: Dok/SK)

Pemimpin Agama Mesti Kekang Kekuatan Negatif

Riva del Garda, Minggu, Mdk/Ant

Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Yasuhiro Nakasone mengingatkan para pemimpin umat beragama membantu mengekang kekuatan negatif yang dapat menghancurkan keharmonisan umat sedunia dengan menggunakan elemen- elemen positif yaang masih dimiliki umat beragama. Berbicara dalam Sidaang Umum ke VI World Conferention Religion and Peace (WCRP) di Riva del Garda, Verona, Italia, para pemimpin WCRP, sebuah organisasi beranggotan umat beragama dari seluruh dunia dan bertujuan memelihara perdamaian dunia hendaknya memperhatikan beberapa hal.

Hal-hal itu di antaranya sdalah pentingnya mengetahui adanya perbedaan perbedaan dan keanekaragaman pola hidup manusia, kerjasama antara institusi dan menyediakan media komunikasi antarnegara dan wilayah. Selain itu perlu diperhatikan juga masalah supranisaionalitas, yang harus dipromosikan melalui memperkuat fungsi PBB, sebagai salah satu lembaga dunia bersifat unik. Indonesia menghadirkan tujuh delegasi dan tiga meninjau dalam sidang umum VI WCRP itu. Ketujuh delegasi tersebut Lukman Harun, Timur Djaelani, Victor Tanja, Gedong Oka, Maftuchan Yusuf, Harijanto Y Thohari dan Wisnu Wisnuadji. Ketiga peninjau antara lain Din Syamsuddin,  Shofwan Karim dan Imnati Ilyas. (Merdeka, Senin, 7 November 1994).