• icon

iconshofwan.karim@gmail.com

icon

Need Help? call us free

+628126787390
No Images

Pernyataan Grand Syeikh Al-Azhar tentang Syiah dan Tanggapan PSiko Muhammadiyah Sumbar

PADANG (Rabu 16.03.2016)-- Pusat studi Islam Kontemporer Muhammadiyah Sumbar mengadakan diskusi kebangsaan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar Jalan Sawahan nomor 62 Padang, Jumat, (4/3/2016). Dengan tema "syiah kekinian".

 
Seminar Nasional yang diikuti Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar,IMM dan IPM Sumbar ini menghadirkan narasumber Dr. Eka Putra Wirman Rektor IAIN Imam Bonjol, Ketua PWM Sumbar Dr. Drs. Shofwan Karim Elha,MA, Dosen Filsafat Agama Dr. Riki Saputra dan moderator, Direktur Pusat studi Islam Kontemporer, Toni Markos.
 
Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Dr. H. Eka Putra Wirman, MA mengungkapkan saya sangat setuju dengan pendapat Grand Syeikh Al-Azhar As-Syarif, Dr. Ahmad Ath Thayyib memahami syiah tidak pada pengkafiran apalagi menghalalkan darah kaum Syiah.
 
Dia katakan, Sunni dan Syiah adalah sama-sama sayap Islam. Tentu, kita bicarakan Syiah yang moderat, ada Imamiyah, Zaidiyyah, yang memiliki kedekatan dengan Sunni, tetapi ada sekte menyimpang dan sesat yang mengangkat isu tasyayyu yang mengakui risalah selain untuk Muhammad SAW, mereka itu, seperti saya katakan, menyalahi apa yang konstan dalam agama dan bisa dinyatakan keluar Islam.
 
Akan tetapi, sesunguhnya, sebagian perbedaan kita dengan saudara Syiah kita, adalah perbedaan nonprinsipil (furu), kecuali dalam soal imam. Syiah percaya imam sebagai bagian pokok agama, sedangkan kita, Sunni soal itu termasuk nonprinsipil. Isu imamah juga tak membuat Syiah serta-merta keluar Islam.
 
"Dan ingat, perselisihan antara keduanya, Sunni-Syiah inilah yang diembuskan oleh musuh Islam untuk memorak-porandakan umat, seperti saat ini yang terjadi di Suriah tak ada justifikasi meletusnya konflik tersebut, kecuali membenturkan Suni-Syiah, lihat pula Irak yang kacau balau atas dasar apa?
 
Konflik Sunni-Syiah. Perhatikan pula Yaman. Kita sadar betul tentang peta konflik ini, karena itu sejak awal kita kampanyekan Suni dan Syiah bersaudara dan memang kita intinya bersaudara. Konflik tersebut akan terus diembuskan karena memang mereka musuh Islam tak menginginkan kita bersatu,"  katanya.     
 
Ketua PWM Sumbar, Dr. Drs H. Shofwan Karim Elha,MA mengungkapkan Diskusi ini hadir untuk menyikapi pernyataan Syekh Al-Azhar tentang Syiah, kita tidak mengkafirkan tetapi upaya kajian keilmuan semata.
 
"Kita tidak dalam posisi mengkafirkan Syiah karena Syiah juga banyak kemajuan seperti Harokah mereka kuat, khasanah ilmunya tinggi, peradaban mereka sudah maju dan politik luar negeri juga luar biasa," katanya.
 
Syiah merupakan bagian sekte dalam Islam, karena mereka bagian dari sekte dalam aliran maka konsep memandang Syiah dengan kajian keilmuan bukan dengan mengkafirkan ataupun menumpahkan darah mereka karena Syiah juga merupakan orang Islam.
 
Direktur PSiko, Toni Markos mengatakan Diskusi kedua ini bertujuan menyikapi tentang Syiah, diskusi ini bukan wadah untuk mengkafirkan golongan lainnya tetapi untuk menambah khasanah keilmuan dan menyikapi pernyataan Grand Syekh Al-Azhar.
 
"Muhammadiyah tidak pada sikap untuk mengkafirkan syiah, tetapi bagaimana mencerahkan umat dan memberikan masukan sejarah syiah dan bagaimana menghadapi syiah. Cara satu-satunya adalah dengan menggali berbagai informasi dan mencari referensi tentang Syiah," ucapnya. (RI)

Sudah tayang 16.03.2016 di minangkabau.news